Langsung ke konten utama

Pengabdi setan 2017

Rini (Tara Basro) tinggal di pinggiran kota Jakarta di sebuah rumah tua milik neneknya, Rahma Saidah (Elly D. Luthan), bersama ibunya, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi), bapaknya (Bront Palarae), dan ketiga adik laki-lakinya, Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Annuz), dan Ian (Muhammad Adhiyat). Kisah dibuka dengan masalah finansial keluarga mereka yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu. Penyakit yang begitu parah membuat Mawarni tak mampu menggerakkan tubuhnya dan hanya berbaring di tempat tidur. Untuk memanggil dan meminta bantuan, Mawarni harus membunyikan lonceng.
Berbagai upaya dilakukan keluarga Rini untuk mendapatkan uang tambahan, termasuk berhenti kuliah dan meminta royalti milik Mawarni yang sempat berkarier di dunia tarik suara (terkenal dengan lagunya, 'Kelam Malam'), sebelum akhirnya jatuh sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya. Namun, karirnya sudah lama redup sehingga sudah tidak menghasilkan royalti lagi. Tony pun rela menjual sepeda motor dan barang pribadi lainnya demi menolong keluarganya. Upaya keluarga untuk membuat sang ibu sembuh dari penyakitnya gagal setelah Rini menemukan sang ibu terjatuh di lantai kamarnya dan menghembuskan nafas terakhir.
Di pemakaman Mawarni, keluarga Rini pun dikenalkan dengan seorang Ustad (Arswendi Nasution) dan putranya, Hendra (Dimas Aditya), yang mencoba turut membantu mereka di masa berkabung. Dengan kematian Mawarni, bapaknya pun pergi ke kota untuk menggadai rumah mereka. Kematian Mawarni ternyata jadi awal dari teror di rumah keluarga Rini--mereka didatangi oleh sosok yang menyerupai sang mendiang ibu. Nenek pun ditemukan meninggal dunia oleh Bondi, tenggelam di sumur. Di kamar nenek, Rini menemukan sepucuk surat yang ditujukan ke Budiman Syailendra (Egy Fedly), dan Rini pun pergi mengantarkan surat itu ke rusun tempat tinggal Budiman bersama Hendra. Budiman memberi tahu Rini bahwa ia adalah kawan neneknya dulu dan ia menceritakan bahwa dulu neneknya tidak menyetujui pernikahan orangtua Rini karena Mawarni adalah seorang seniman dan tidak bisa mempunyai anak. Karena itu, Mawarni pun dikatakan telah mengikuti sebuah sekte pemuja setan demi mendapatkan keturunan.
Sementara itu, Bondi, yang terkejut sehabis menemukan mayat neneknya di dalam sumur, mulai berlaku seakan akan kerasukan dan hendak menyakiti adiknya, Ian, setelah Ian dihantui oleh arwah neneknya (yang ia lihat menghampiri Bondi dan mencoba menangkapnya dengan berpura pura bermain petak umpet). Tony, yang membaca majalah Mayapemberian Budiman yang memiliki artikel mengenai pengabdi setan, membicarakan mengenai hubungan ibu mereka dengan sekte pengabdi setan dan kemungkinan adik mereka, Ian, akan diambil oleh sekte tersebut setelah berumur 7 tahun, namun Rini tidak menggubrisnya. Setelah mengalami beberapa kejadian menyeramkan, mereka pun memanggil sang Ustad untuk memeriksa rumah mereka, dan mereka pun dinasihati untuk lebih banyak beribadah. Malam itu, saat Rini salat, ia diteror oleh hantu Mawarni, yang mengakibatkan Rini dan adik-adiknya berlari ke rumah sang Ustad, yang merencanakan sebuah pengajian di rumah mereka esok hari.
Hendra pun pergi ke rusun Budiman setelah Budiman meneleponnya dan memberikannya artikel yang ia tulis sebagai koreksi artikel sebelumnya. Di perjalanan pulang, seseorang membuat Hendra oleng dari motornya hingga ia terlindas truk. Jenazah Hendra pun dibawa pulang oleh warga sekitar dan Rini pun menemukan artikel yang ia bawa. Malam itu, Rini melihat penampakan Hendra di luar rumah sang Ustad dan ia pun nyaris ditarik keluar selagi sang Ustad memperhatikan dengan rasa takut dan menyerah karena anaknya telah meninggal akibat ikut campur dengan urusan keluarga Rini. Bapak mereka pun datang dan membawa mereka pulang, dan kemudian menangis saat diberi tahu bahwa ibunya telah meninggal akibat tenggelam di sumur.
Saat Rini hendak mengkonfrontasi bapaknya mengenai pembicaraan orangtuanya di malam Mawarni meninggal, Ian, yang sedang buang air kecil dekat sumur, ditarik oleh arwah nenek ke dalam sumur. Bapaknya pun menyelamatkan Ian selagi rumah mengalami poltergeist yang diakibatkan neneknya dan rumah dikepung oleh para pengabdi setan yang menebar biji saga di pekarangan rumah. Rini, Tony, dan bapaknya pun terkunci di lorong tangga selagi sang bapak memohon ampun ke ibunya dan istrinya. Setelah Bondi menyelamatkan Ian dan menggagalkan usaha nenek (yang juga membuatnya tidak kerasukan lagi), para pengabdi setan pun pergi dan rumah pun tenang kembali.
Keesokan paginya, keluarga Rini sudah siap untuk pindah ke rusun dan menunggu mobil untuk menjemput mereka, namun tidak ada yang menjemput mereka sampai petang dan sang Ustad pun datang untuk meminta maaf bahwa ia tidak bisa membantu mereka dan menemani mereka untuk menunggu mobil, sekalian menunggu ulang tahun Ian yang ke-7 di tengah malam. Saat tengah malam sampai, Rini pun terbangun dan mengingat artikel Budiman yang dibawa Hendra dan menceritakannya ke Tony. Selagi mereka berbincang, Bapak digentayangi oleh Mawarni dan Bondi menemukan Ian berbicara bahasa asing sambil melihat ke jendela (padahal sebelumnya ia bisu). Rini, Tony, Bondi, dan bapak mereka pun bersembunyi di kamar nenek dan akhirnya mereka tahu bahwa mayat mayat hidup dari pemakaman telah bangkit, dan keluarga Rini pun menemukan sang Ustad sudah wafat telah ditusuk dan Ian berjalan ke kerumunan mayat hidup bersama Mawarni.
Para mayat hidup mengepung rumah dan masuk melalui pintu dapur, yang kemudian ditahan oleh arwah neneknya, yang ternyata selama ini telah mencoba untuk menjaga mereka dengan mencoba membunuh Ian. Budiman pun sampai dan membawa keluarga Rini pergi. Setahun kemudian, keluarga Rini telah menetap di rusun dan mereka dihampiri seorang ibu tetangga (Asmara Abigail) yang memberikan mereka rantang makanan. Sang tetangga pun kembali ke rumahnya dan berbincang ke Batara (Fachry Albar), dan terungkaplah bahwa ia adalah Darminah (antagonis utama di film orisinil).[3]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

13 The Haunted

Film 13 The Haunted bercerita tentang kisah sejumlah anak muda zaman milenial, yang tak percaya dengan dunia mistis, namun penasaran ingin mengetahuinya, dan membawa mereka memasuki dunia mistis yang menegangkan dan menyeramkan. Rama dan kawan-kawan awalnya tidak percaya dengan hal-hal seperti itu dan mengejar 'popularitas' persaingan vlog, Rama dan kawan-kawan tak mau peduli sampai akhirnya kepergian mereka ke Pulau Ayunan cukup membawa situasi yang mencekam terlebih munculnya Darsih si pembersih villa. [1] Dimulai dengan tujuh orang sahabat Rama ( Ahmad Al Ghazali ), Celsie ( Valerie Thomas ), Garin ( Endy Arfian ), Farel ( Atta Halilintar ), Hana ( Marsha Aruan ), Quincy ( Stefhanie Zamora Husen ) dan Fira ( Mumuk Gomez ) yang melakukan tantangan untuk menyaingi dua orang vlogger Joy ( Achmad Megantara ) dan Klara ( Mikha Tambayong ) bernama The Jackal yang lagi hits dengan vlog mereka. Yang mengesalkan mereka, The Jackal beken mengalahkan pamor mereka karena vlog mere...

Insidious The Last Key

Elise, puteri seorang sipir penjara, yang saat itu duduk di kelas enam tinggal di sebuah rumah yang berderit di bawah bayang-bayang penjara New Mexico. Bakat paranormalnya yang baru menarik rasa ingin tahu adiknya yang nakal, Christian, dan ayahnya yang kasar, Gerald. Ayahnya tidak mempercayai kemampuannya, sementara sang ibu mengatakan pada Elis dia hanya sedikit berbeda. Pada adegan awal, Elise kemudian mendapati dirinya terperangkap di ruang bawah rumahnya pada malam hari. Ia mendapat isyarat untuk mengikuti suara seorang anak kecil agar membuka pintu merah misterius, yang ternyata punya konsekuensi tragis. Kembali ke masa kini, Elise menerima telepon dari pemilik baru rumah masa kecilnya, yang telah mengalami fenomena aneh tersendiri. Ia awalnya enggan melihat kembali ke masa lalunya yang traumatis. Namun, dia dengan cepat mengalah dan memutuskan kembali ke kota kecil New Mexico dengan dua asistennya. Klien barunya memiliki kemiripan yang mencolok dengan ayahnya bahkan gaya...

Sabrina 2018

MAIRA hidup bahagia di pernikahan barunya bersama AIDEN, pembuat boneka Sabrina sekaligus pemilik sebuah perusahaan mainan. Tapi kebahagiaan mereka belum sempurna karena VANYA, anak angkat sekaligus keponakan Aiden yang yang piatu belum bisa menerima kehadiran Maira sebagai ibunya karena Vanya masih belum bisa merelakan kepergian ANDINI, bundanya yang sudah meninggal. Suatu hari, Vanya melakukan permainan ‘Pensil Charlie’ untuk memanggil bundanya dan kejanggalan-kejanggalan pun mulai terjadi. Maira dan Aiden Adak percaya, hingga akhirnya Maira mengalami serentetan kejadian menakutkan dan mereka melihat sendiri sosok Andini. Maira pun memanggil BU LARAS, seorang paranormal yang dulu pernah membantunya. Tapi Andini ternyata bukanlah Andini, melainkan iblis keji bernama BAGHIAH yang menetap di boneka Sabrina dan menginginkan tubuh manusia...