Sepeninggal Herman, Sri berubah menjadi aneh, paranoid dan sering merasa ketakutan di rumahnya sendiri. Berkali-kali ia mendatangi kediaman Jarwo, yang mengatakan ada orang yang menyantet Sri. Ia banyak menjumpai berbagai misteri-misteri yang membuat hidupnya berantakan.
Anak bungsunya, Dina (Nadya Arina) turut terbawa dan ikut menelusuri misteri yang merasuki ibunya tersebut. Ia mencoba memecahkan misteri-misteri tersebut melalui sebuah foto rahasia yang sengaja disimpan oleh Sri.
Sementara kakaknya, Andi (Rangga Azof) justru sedang sibuk bercinta dengan kekasih barunya Hanum (Indah Permatasari).
Di tengah misteri yang terus menghantui Sri, ia kemudian memilih untuk bertemu dengan Jarwo (Sujiwo Tejo), seorang dukun sakti yang punya ilmu menyingkap misteri-misteri yang tidak terpecahkan.
Film ini mengambil latar belakang era 1990-an, di sebuah rumah tua terpencil. Ketiadaan akses dengan dunia luar membuat suasana makin mencekam.
Sujiwo Tejo kembali menjadi dukun Jarwo, salah satu karakter di tengah tragedi misterius yang melanda keluarga Sri.
Hujan, yang biasanya berkonotasi romantis, berubah menjadi menakutkan di film Kafir: Bersekutu Dengan Setan karena sebagian besar teror terjadi di tengah derasnya percikan air, angin kencang dan kilatan petir.
Lagu klasik Mawar Berduri karya A. Riyanto yang dipopulerkan Tetty Kadi diaransemen ulang, berubah jadi musik yang membuat bulu kuduk meremang. Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Setiaji sebagai penata musik juga bereksperimen untuk membuat musik-musik yang menambah ketegangan film.

Komentar
Posting Komentar